Tampilkan postingan dengan label Puisi-Puisi Dhani Susilowati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi-Puisi Dhani Susilowati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

Puisi Jendral Kenanga

Jendral Kenanga
Oleh: Dhani Susilowati

Anyir menjelma bebauan kenanga
Noktah-noktah merah dihias taman bunga
Jendral, kau sembunyi di mana?
Apa kau menyelinap di lembar sejarah?
Atau mungkin telah punah

Jendral, kau sembunyi di mana?
Sejarah masih bungkam jika kutanya
Kau bernyawa
Selamatkan istana
Tapi apa kau tak bernama?
Hingga sejarah lupa

Purwodadi, 10 Agustus 2016

Puisi Di Antara Sajak Malam

Di Antara Sajak Malam
Oleh: Dhani Susilowati

Gelap menjadi kidung pertemuan
Di antara percik air dan embusan angin
Hitam mulai menggerayah
Menyisakan nurani-nurani yang patah
Lantunan kalam
Menjadi sajak penghias malam
Penyatu keping harapan
Pulang
Pulang, Sayang
Dia marah pada awan
Yang enggan mengirimnya lewat hujan
Dia marah pada hujan
Yang enggan membawanya ke lautan
Dia pun marah pada ombak di lautan
Yang enggan mengantarnya ke tepian
Lalu di mana dia disembunyikan?

Semarang, 01 September 2016

Puisi Perihal Kenangan

Perihal Kenangan
Oleh: Dhani Susilowati

Musim masih berhias tanda tanya di akhirnya
Lampu taman berkedip serupa kunang-kunang
Bincang si tua dan sastrawan
mencemari atmosfer jelang petang
Yang kuherankan senja tak berpapasan di taman
Barangkali senja masih di pelukan Alina
Kukira
Sebagai ganti, Tuhan hadirkan hawa kenangan
Ya, anyir tetap bercumbu
Bersama si  tua dan sastrawan
Dua kawanan beda sudut pandang
Mulai berceloteh perihal kenangan
Seribu persoalan
luka, tawa, rindu lalu cemburu
Bergelut menjuarakan makna
Kau tahu siapa yang menang?
Dia adalah kenangan

Semarang, 18 Mei 2016

Senin, 05 September 2016

Puisi Siapa Kau Siapa Aku


Siapa Kau Siapa Aku
Oleh: Dhani Susilowati

Kau adalah aku
Dalam puing ranum kebahagiaan
Serpihnya tak ubah seperti beling
Bening lalu merah
Jika mengena hati

Aku adalah kau
Dalam benteng kurun waktu
Antara terang dan petang
Dibingkai nyanyian
Dua pasang mata menyala

Kau tentulah aku
Aku pastilah kau
Kau tidak di sini
Aku ada sebelum ini
Kau lalu
Aku pun begitu


Semarang, 25 Mei 2016